Rabu, 11 Februari 2009

Daniel Radcliffe Invites Obama Girls to Hogwarts

Radcliffe Photo by: Jae C. Hong / AP; Warner Bros.
Daniel Radcliffe Invites Obama Girls to Hogwarts
They've already been invited to hang with Hannah Montana, now Malia and Sasha Obama also have the chance to meet Harry Potter.

Describing President Barack Obama as "everything the rest of the world liked about America and now likes again,” Harry Potter star Daniel Radcliffe offered to show the first daughters around Hogwarts.

"I'd like to take this opportunity to issue a public invitation to the Obamas that if their daughters would like a private tour of the Harry Potter set, I would be honored to be their personal tour guide," Radcliffe told The Daily Beast.

Radcliffe, who will soon begin filming the final installment in the Harry Potter series, Harry Potter and the Deathly Hallows, said he was "so proud and happy" for America, calling Obama "both Martin Luther King and JFK." Added the actor, "He is a symbol of progress which is what we dig about this country. What you love about England is all the old buildings and such. The traditions. I love that, too. But this is what we want from you."

The actor also weighed in on Twilight star Robert Pattinson's recent claim that girls would choose Radcliffe over Pattinson.

"I can safely say ... they would not. That they do not," Radcliffe said. "He is the much prettier and can be much more charming. And he can do that thing of being sultry and sexy. Rob can just sort of stand there and look at something and start to smolder. And I just can't do that. I'm a natural fidget."

Senin, 09 Februari 2009

Jerapah: Seperti Menara Bertotol-totol

Jerapah sering kali mencapai ketinggian hingga 5 sampai 6 meter . Kalian dapat menemukan kemiripan jerapah dengan menara yang bertotol-totol. Bagian terpanjang jerapah adalah lehernya. Leher panjangnya memungkinkan ia mencapai cabang-cabang pohon yang tinggi dan makan dari tunas dan daun-daunan. Tanam-tanaman berduri, yang tidak dikunyah oleh jerapah, awalnya langsung masuk ke dalam lambungnya yang mempunyai empat ruang. Lalu mereka memuntahkannya kembali ke mulut, dan mengunyahnya. Kemudian mereka menelannya kembali dan mengirim ke bagian lain dalam lambungnya.

Akan tetapi, ada sesuatu yang sangat menarik dari proses ini. Seperti yang baru saja kami sampaikan, jerapah memuntahkan kembali tumbuh-tumbuhan berduri dari lambung ke mulutnya untuk kemudian dikunyah. Seperti yang kalian bayangkan, ini adalah perjalanan yang cukup panjang. Makanan harus melalui jalan sepanjang 3 sampai 4 meter di dalam leher jerapah. Kalian dapat membayangkan tidak mungkin makanan mencapai tempatnya begitu saja. Kalian ingin tahu bagaimana jerapah melakukannya, bukan? Kami akan menerangkannya: ada semacam “lift” pada leher jerapah yang memungkinkan ini bisa terjadi. Tidak diragukan lagi, mustahil bagi jerapah berpikir: “untuk mencerna makanan, kita perlu mengirimnya kembali ke mulut; jadi kita perlu semacam “lift” untuk melakukannya.

Sementara itu, sistem yang demikian tidaklah dapat terjadi karena kebetulan. Kalian pasti tertawa jika ada yang mengatakan, “Aku pergi ke daerah kosong di mana beberapa tahun lalu aku meninggalkan beberapa bahan untuk membuat bangunan. Mengejutkan sekali, aku temukan sebuah bangunan besar. Tak diragukan lagi, hujan, salju, dan matahari pasti telah bekerja bersama membangunnya selama bertahun-tahun.” Kalian pasti juga berpikir bahwa orang ini telah hilang ingatan dan karenanya merasa kasihan kepadanya. Tidak beralasan juga jika berpikir bahwa sistem seperti “lift” di dalam leher jerapah juga tercipta dengan cara seperti di atas. Sistem yang demikian tak mungkin terjadi secara kebetulan.

Lebih jauh lagi, jerapah bukanlah bangunan tak bernyawa yang terbuat dari batu-batuan, tanah atau batu bata. Dia adalah makhluk hidup yang dapat berlari, merasa lapar, dan melahirkan. Mungkinkah makhluk hidup yang demikian dapat tercipta secara tidak sengaja? Mungkinkah bahwa suatu “kebetulan” dapat memberikan leher panjang yang dilengkapi dengan sistem yang berfungsi tersebut? Tentu tidak.

Jelaslah bahwa semua yang diperlukan oleh jerapah telah diberikan oleh Allah semenjak ia dilahirkan. Allah telah menciptakan secara khusus mulut dan lambung jerapah sehingga mereka dapat memakan tumbuhan keras dan berduri tanpa kesulitan.

Sebagaimana struktur lehernya, cara tidur jerapah mengingatkan kita pada keberadaan Allah. Saat tertidur, jerapah menjulurkan lehernya di atas tubuhnya. Kecuali untuk beberapa menit, mereka tidur berdiri dengan posisi seperti itu. Jerapah tidak tidur semuanya pada waktu yang sama, salah satu dari mereka terjaga untuk melindungi yang lainnya. Bahwa seekor jerapah mengorbankan tidurnya untuk menjaga yang lain dan kesepakatan mereka dalam hal ini menunjukkan pada kita kekuasaan Allah terhadap jerapah sebagaimana pada semua binatang lainnya.

Sekarang kita tinggalkan bagaimana binatang bertotol-totol ini menyantap makanannya dan kita bicarakan bagaimana ia meminum air. Barangkali kebanyakan orang tak pernah berpikir bagaimana seekor jerapah membungkukkan badannya dan minum air tanpa kesulitan. Bagaimanapun, Tuhan kita, yang menciptakan segala sesuatu, ingin agar kita merenungkan sistem yang sempurna ini.

Pertama, mari kita perjelas bahwa ketika minum air, masalah serius menanti binatang berleher panjang ini.

Untuk memahami problem mendasar ini, kita perlu mengingat satu hal: apa yang bakal terjadi ketika kalian mencoba berdiri di atas kepala! Sudah pasti! Wajahmu akan memerah. Hal ini dikarenakan, darah kita mengalir deras ke arah kepala dengan adanya gaya gravitasi bumi dan memberikan tekanan pada pembuluh darah.

Inilah yang terjadi tatkala seekor jerapah sedang minum. Seperti yang kalian bayangkan hal ini bisa menjadi masalah besar. Karena jerapah sangat tinggi – kira-kira lima sampai enam meter – tekanan darah di kepalanya yang merunduk ke bawah menjadi sangat besar. Jika manusia mengalami tekanan darah yang demikian, otaknya akan segera meledak.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana seekor jerapah minum air tanpa terjadi pendarahan otak? Hal ini dikarenakan, Allah, Sang Pencipta langit, bumi, dan semua makhluk, telah menempatkan mekanisme khusus di dalam kepala jerapah. Terdapat katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepala jerapah. Sekali ketinggian kepala jerapah berubah, katup-katup ini mulai beroperasi dan mencegah tekanan darah yang tinggi di kepala.

Baiklah, pernahkah kalian berpikir, mengapa jerapah bertotol-totol? Penampilan indah ini, yang serasi dengan padang rumput, membuat musuhnya sukar mengenali jerapah. Meskipun badannya besar, mereka dapat bersembunyi dari raja sabana, yaitu singa, musuh utamanya.

Pada saat-saat berbahaya, jerapah berlari dengan kecepatan 55 sampai 60 kilometer per jam. Ketika mereka mulai berlari, mereka menggerakkan kepalanya ke depan dan belakang seperti pompa, dan menggulung ekornya. Tidak seperti binatang lainnya, jerapah tidak mengambil langkah menyilang. Mereka menggerakkan bagian kiri kaki depan dan belakang terlebih dahulu, baru kemudian bagian kaki kanan. Berkat hal ini, singa-singa kesulitan untuk menangkap jerapah.

Hal ini, tentunya, tidak berlaku bagi jerapah-jerapah muda. Dengan kaki mereka yang masih kecil dan lemah, mereka tidak bisa berlari secepat induknya. Oleh karenanya, mereka menjadi mangsa yang mudah bagi singa. Akan tetapi, seperti telah disebutkan sebelumnya, anak-anak jerapah selalu tinggal bersama induknya. Dengan kaki panjangnya, induk jerapah mampu memberikan tendangan mematikan untuk menjaga mereka.

Burung Merah Muda: Flamingo

Kalian mungkin pernah melihat burung berleher dan berkaki panjang di TV. Burung ini dinamakan “Flamingo.” Flamingo meletakkan telurnya di dalam danau berlumpur yang dangkal. Apa yang menarik adalah flamingo betina menyimpan telurnya di sarang yang dibuatnya dari lumpur yang cepat kering.


Bayangkan kalian menjadi flamingo dan anggaplah kalian ingin membuat sebuah sarang. Pertama-tama, kalian perlu menemukan jenis lumpur mana yang cepat kering dan di mana telur flamingo dapat lebih mudah menetas. Sementara itu kalian harus mencari jawaban atas berbagai pertanyaan seperti "apakah lebih baik meletakkan telur di bawah sinar matahari atau di tempat yang teduh?” Namun setiap flamingo tahu bagaimana melakukan hal ini. Terlebih lagi, walaupun kaki panjangnya membuatnya kurang nyaman, ia tetap mengerami telurnya selama satu bulan dan menunggu anaknya menetas.

Jika kalian flamingo, apakah kalian berani duduk di atas telur ini dengan badanmu yang besar? Dapatkah kalian memperkirakan apakah telur akan pecah saat kalian mendudukinya? Tentu saja sangat sulit bagi kalian untuk mengetahui semuanya. Namun, semua flamingo memperkirakan hal-hal ini tanpa perencanaan atau melakukan uji coba terlebih dahulu karena Allah telah mengajarinya.

Flamingo menarik perhatian kita dengan warnanya yang mencolok dan lehernya yang panjang dan mereka juga perenang yang ulung. Kakinya yang berselaput membantunya saat berenang. Dengan kaki ini, yang bentuknya lebar, mereka dapat berjalan dengan mudah tanpa terbenam walaupun di atas lumpur yang lembek. Selaput di antara jari-jarinya memperlebar permukaan kakinya sehingga flamingo dapat menggunakannya untuk mengayuh dalam air. Seperti yang kita lihat, flamingo telah diciptakan dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupannya.

Barangkali kalian bertanya, “Mungkinkah binatang memiliki kantong?” Ternyata, kangguru memiliki kantong pada perutnya, tempat bayi kangguru makan dan berlindung selama mereka tumbuh.

Pemandangan bayi kangguru yang kepalanya muncul dari kantong induknya membangkitkan rasa sayang dalam diri kita. Bayi ini, keluar dari rahim induknya ketika baru satu sentimeter panjangnya – itu sebelum ia tumbuh sempurna- dan mencapai kantong ibunya setelah tiga menit perjalanan.

Terdapat empat macam puting dalam kantong induk kangguru. Bayi kangguru yang baru lahir mengisap puting yang berisi susu dengan suhu dan jumlah lemak yang tepat bagi bayi baru lahir. Tiga puting lainnya berisi air susu yang dibutuhkan oleh bayi kangguru yang lebih tua. Dalam beberapa minggu, bayi kangguru tersebut berhenti mengisap putingnya dan mengisap puting lain yang berisi air susu yang dipersiapkan untuk keperluannya. Saat ia bertambah umurnya, ia mengisap puting ketiga yang berisi air susu yang sesuai dengan keperluannya.

Anak-anak! Sekarang kalian pasti bertanya, “Bagaimana bisa seekor bayi kangguru sepanjang satu sentimeter mengetahui puting yang tepat yang ia butuhkan? Bagaimana induk kangguru menempatkan air susunya pada empat macam puting dengan kandungan yang berbeda-beda? Terlebih lagi, air susu yang dihisap oleh bayi kaguru yang baru lahir suhunya lebih panas daripada air susu dari puting-puting lainnya. Kandungannya pun berbeda-beda. Bagaimana induk kangguru mengatur suhu air susunya? Bagaimana ia menambahkan kandungan yang diperlukan pada air susu ini?

Ingatlah bahwa bukan induk kangguru yang mengerjakan ini semua. Induk kangguru tidak mengetahui bahwa air susu dari puting-puting itu berbeda. Adalah mustahil baginya untuk menghitung suhu air susu yang diproduksi oleh puting itu. Ia tidak mampu mengatur agar puting-puting itu menghasilkan jenis air susu yang berbeda. Bahkan ia tidak mengetahui kalau air susu itu berbeda-beda. Ia hanyalah seekor kangguru yang hidup di bawah perawatan Allah. Kebutuhan bayi-bayinya dipenuhi semuanya oleh Allah. Tuhan kita yang Maha Pengasih dan Penyayang, telah menempatkan air susu yang tepat pada tempat yang tepat, yaitu dalam kantong induknya.

Bayi kangguru menghabiskan enam setengah bulan pertamanya dalam kantong ini. Setelah menghabiskan delapan bulan berikutnya di dalam dan di luar kantong, ia meninggalkan kantong induknya untuk seterusnya.

Sementara itu, sebelum anak kangguru yang pertama meninggalkan kantong tersebut, “saudara-saudari” barunya merangkak ke dalam kantong. Mereka hidup bersama dalam kantong untuk beberapa lama, tanpa membahayakan satu sama lain. Masing-masing anak kangguru mengisap satu puting dengan air susu yang memiliki kandungan yang tepat untuk keperluan mereka. Kemudian, bagaimana dua “saudara kandung” itu mengetahui puting yang tepat untuk dihisap? Jawabannya jelas, yaitu dengan ilham Allah.

Kangguru sungguh menakjubkan dengan tubuh besarnya; panjang tubuhnya 1,5 meter dan panjang ekornya satu meter . Berkat kaki belakangnya yang panjang, kangguru dapat menempuh jarak delapan meter dalam satu detik. Saat berlari, mereka menjaga keseimbangan dengan ekornya yang besar dan kuat. Apakah kalian berpikir bahwa kakinya menjadi besar secara kebetulan? Atau, apakah kalian berpikir bahwa induknya mengira-ngira mereka perlu kaki yang besar untuk melompat? Tentu saja, itu semua bukanlah jawaban yang tepat. Tak ada yang tercipta karena kebetulah. Allah, yang menciptakan segala sesuatu sesuai kebutuhan makhluk-Nya, juga menciptakan kangguru, seperti juga makhluk-makhluk lainnya, dalam bentuk yang paling sempurna.

PaNda MerAh


Panda Merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Tapak kakinya ditutupi oleh bulu berwarna putih, yang berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas permukaan salju atau es.

Spesies ini pertama kali dideskripsikan ke dunia pengetahuan pada tahun 1825. Klasifikasi taksonomi Panda Merah sudah lama menimbulkan kontroversi. Sebelumnya Panda Merah ditempatkan dalam suku keluarga beruang Ursidae karena mempunyai kesamaan dengan beruang Panda, keduanya memiliki lima jari dengan ekstra jari di samping lima jarinya. Ekstra jari ini adalah tulang pergelangan tangan yang termodifikasi. Panda Merah juga ditempatkan dalam suku tunggal Ailuridae. Namun sekarang spesies ini ditempatkan dalam suku Procyonidae, karena kemiripannya dengan spesies hewan dalam keluarga rakun. Panda Merah merupakan satu-satunya spesies di subsuku Ailurinae dan genus tunggal Ailurus.

Daerah sebaran Panda Merah adalah di Asia Tengah. Spesies ini ditemukan di hutan pegunungan Himalaya, Bhutan, Republik Rakyat Cina, India, Laos, Myanmar dan Nepal.

Panda Merah aktif pada waktu pagi dan senja. Di siang hari, mereka tidur dan beristirahat di dahan pohon. Walaupun memiliki sistem pencernaan hewan karnivora, Panda Merah memiliki kebiasaan seperti hewan herbivora. Makanan utamanya adalah bambu, dan termasuk aneka buah, akar-akaran, rumput, beri dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Untuk tambahan gizi, Panda Merah juga memakan telur, anak burung, serangga dan hewan-hewan kecil.

Panda Merah betina biasanya melahirkan dua ekor anak panda. Anak-anak panda ini buta waktu dilahirkan, dan mulai dapat melihat setelah berumur tiga minggu. Jantan dewasa tidak berperan dalam membesarkan anak panda. Panda Merah jantan adalah hewan teritorial, mereka menandai daerahnya dengan menggesekan kantung hormon mereka di benda-benda yang terdapat di alam liar.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan dan untuk diambil bulunya, serta daerah dan populasi dimana spesies ini ditemukan terbatas, Panda Merah dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Selasa, 03 Februari 2009

HaRrY PoTteR b'DaY

Dori Schienbein of Barnum wanted to share the idea her daughter came up with to celebrate Schienbein’s 10-year-old grandson’s birthday. “For a 10-year-old boy, four hours in the elementary school gym with nine friends, a 12-year-old-sister and friend, a 3-year-old brother, mama, papa and grandma. What could be more fun?
“I am the grandma of Johnathon Corcoran and was privileged to attend the party. My daughter teaches at a small elementary school in Bloomington, Minn. She arranged to rent the gym and kitchen for the party on Jan. 10. The theme was “Harry Potter” and decorated the tables and the gym. The children practiced their “wizard” skills as though they were in a summer session of Hogwarts School.
“We had cookies in the shape of lightening bolts and eyeglasses and a piƱata in the shape of a broom. There were relay teams and a game of Quiditch. I was Professor McGonagle helping to maintain decorum. We used glow-in-the-dark wands instead of candles on the cake.”

DiKlaT PASDALLAS


DIKLAT TERSERU....
DIKLAT TERENAK...
DIKLAT TERHEBOH...
PANITIA SUPER HERO (!)hMmm... hhe dg jumlah panitia 21 mengurus pserta 71 eeh...msh ad yg pulang jadi pnitia hny 20 (!) ALHAMDULILLAH.....WE DID IT (!)